Tampilkan postingan dengan label Material. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Material. Tampilkan semua postingan

Laser Customized Iphone Case Inspiration


Apple adalah brand yang terkenal akan desain stylish dengan banderol selangit. Berawal dari sebuah perusahaan kecil yang bermimpi ingin merubah wajah dunia, Apple kini berkembang menjadi salah satu perusahaan ternama dengan segudang produk inovatif.

Salah satu signature item mereka adalah teknologi layar sentuh tanpa stylus. Pertama kali diimplementasi pada produk handphone yang kemudian diberi nama iPhone di tahun 2007. Meski sejak itu iPhone kian populer sebagai smartphone masa depan, jumlah pengguna iPhone tidaklah sebanyak pesaingnya yang menawarkan konsep tombol qwerty.

Baru setelah Steve Jobs, sang pendiri Apple wafat penghujung 2011 silam, iPhone bersama produk Apple lainnya meraih puncak penjualan di seantoro dunia. 

Interior Design Call: Wall Decal


Evolusi dunia printing kini memungkinkan berbagai variasi produk. Perpaduan teknik printing digital dengan material baru menghasilkan produk desain yang tadinya hanya bisa dibayangkan saja. Mulai dari desain produk, desain fashion, hingga desain interior telah merasakan dampaknya. 

Di bidang interior misalnya, banyak muncul kategori produk baru. Sebut saja produk yang belakangan populer dimana-mana, wall decal. Wall decal sangat cocok diterapkan pada rumah minimalis yang juga sedang populer saat ini. Ada beberapa alasan mengapa wall decal menjadi favorit:

(Artist/Designer Spotlight) The Yellow Dino


Mungkin tidak banyak yang mengenal nama Yudi Andhika, namun jika menyebut The Yellow Dino, komunitas seni Bandung tentu sudah tidak asing lagi. Berangkat dari ilustrasi lewat media digital, kemudian merambah pada street art graffiti yang membesarkan namanya. Karya-karya Yudi lewat The Yellow Dino telah dipamerkan di banyak kesempatan baik dalam maupun luar negeri. 

Hari Minggu (24/6/2012) lalu, Yudi turut berpartisipasi dalam event SWDBDG yang diselenggarakan di Gedung Indonesia Menggugat. Disini Yudi menyumbang karya berjudul “Dino Empire Strikes Back” untuk dipamerkan bersama karya 34 seniman lainnya. 

Dalam “Dino Empire Srtikes Back,” Yudi mengeksplorasi material alumunium dengan teknik print dengan tinta ultra violet untuk menghasilkan grafik jernih dan tajam. Yudi menggunakan hitam sebagai warna utama karyanya, sehingga tampak menonjol di atas material alumunium. Karya berukuran 80 x 80 cm ini lalu dipasang di atas base dari kayu.

Observatorium Bosscha Kini


Observatorium Bosscha adalah lembaga penelitian dengan program-program spesifik. Tepatnya, sebagai pusat penelitian dan pengembangan ilmu astronomi di Indonesia. Bosscha secara resmi berdiri tahun 1923, setelah 2 tahun masa pembangunan. Awalnya Bosscha merupakan gagasan NISV (Perhimpunan Bintang Hindia Belanda). Saat itu, para peneliti tersebut ingin mengamati gugus bintang dan kondisi langit Indonesia yang menurut mereka sangat jauh berbeda dengan negara asalnya. Selain itu, mereka juga ingin mengetahui letak geografis Indonesia melalui perhitungan astronomi.

Maka mulailah mereka mencari donatur untuk mewujudkan impian itu. Dari beberapa donatur, muncul seorang tuan tanah yang berdinas di kebun teh pertama di Bandung, Kebun Teh Malabar. Governor ini menyumbangkan dana yang sangat besar, hingga membuat pembangunan observatorium dapat terlaksana. Untuk menghormati jasa governor ini, para ilmuwan sepakat untuk menamai observatorium tersebut sesuai namanya, Karel Albert Rudolf Bosscha.

Photo Puzzle Gift Ideas


Foto mewakili sejuta kenangan dan perasaan yang menaunginya. Karena itu foto seringkali menjadi kado istimewa. Namun foto bisa jadi membosankan apabila dikemas itu-itu saja.
Kali ini Gusto Sign mengeksekusi project desain foto puzzle dengan print on material dan laser cut. Material foto puzzle sangat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan selera. Misalnya kayu, multipleks, acrylic, megatix, dan sebagainya. Gambar puzzle sendiri tergantung desain foto yang diinginkan. Dapat berupa kolase maupun foto tunggal. 

Membuat Designer Toy Dengan Lasercut

Cthulhu adalah karakter fiksi yang diciptakan oleh H.P Lovecraft. Ia pertama kali muncul dalam cerita pendek “The Call of Cthulhu” yang dipublikasi di Pulp Magazine pada 1928. Sang penulis mendeskripsikan karakternya sebagai “separuh gurita, separuh naga, separuh karikatur manusia.”
Daya tarik Cthulhu memikat Joseph Larson untuk membuat desain tiga dimensi dari Cthulhu. Ia membuatnya khusus untuk mesin laser. Namun demikian, bukan Joseph Larson yang menghadirkan Cthulhu ke dunia nyata.
Adalah Tramell Hudson, seorang designer produk, yang ketika melihat desain Joseph langsung terpanggil untuk merealisasikannya. Desain yang sedianya dibuat dengan Makerbot diubah untuk diproses dengan laser cutting.

Desain Catur Bernuansa Pop

Dunia pendidikan senantiasa menjadi pemicu perubahan. Dari ranah ini, muncul anak-anak muda dengan ide inovatif yang nantinya akan membuat perbedaan. Misalnya Kelvin, salah seorang mahasiswa jurusan desain grafis sebuah universitas ternama di Bandung. Ia mendesain ulang sebuah boardgame populer menjadi permainan dengan nuansa yang benar-benar baru, sebagai tugas akhirnya.

Rasanya hampir semua orang mengenal permainan catur. Permainan ini muncul sekitar abad ke-6 di India dengan nama Chaturanga. Artinya "Memiliki empat bagian." Catur pertama kali dimainkan sebagai simulasi strategi perang kala itu. Setelah India, Catur menyebar ke Persia kemudian Eropa sekitar abad 11. Sejak saat itu, catur telah menjangkau banyak negara dengan pemain dari berbagai kalangan usia.

Eksplorasi Desain dengan Cardboard



Teknologi laser telah teruji kemampuannya dalam memproses berbagai material. Dari mulai yang sering ditampilkan disini seperti acrylic, kayu, kulit hingga kain dan sebagainya. Namun diantara semua material itu, ada satu material yang sering digunakan namun tidak banyak ditampilkan.

Cardboard namanya. Biasa juga disebut kardus meskipun sebenarnya tidak 100% sama. Keunggulan cardboard adalah mudah diproses, daya tahan cukup baik, aman terhadap lingkungan dan murah. Sedangkan kekurangannya ada pada sifatnya yang menyerap cairan. Tapi kini banyak cara untuk melapisi cardboard agar anti-air. Selain itu, cardboard dengan ketebalan tertentu juga dapat menahan tumpahan air dengan baik.


Di Indonesia, cardboard sering dipakai untuk prototype atau tes potong dengan laser. Penggunaanya sebagai material utama belum terlalu populer. Namun di luar negeri cardboard telah menjadi salah satu material desain. Penggunaanya didukung oleh berbagai eksplorasi yang didukung designer-designer dan seniman berbagai bidang. Melalui tangan mereka, cardboard diubah menjadi karya yang indah dan aplikatif.

Berikut kami rangkum beberapa produk yang didesain dan diproduksi menggunakan cardboard menjadi produk kelas atas.

Kartu Nama Nuansa Kayu


Kartu nama termasuk aspek pendukung usaha yang utama. Biasanya, penampilan sebuah kartu nama turut menggambarkan bidang pekerjaan dan keahlian orang bersangkutan. Terutama apabila bidang pekerjaan dimaksud berhubungan dengan dunia kreatif, misalnya desainer atau arsitek.

Hanya saja, kebanyakan orang menerima kartu nama lebih dari satu setiap minggunya. Sehingga akan sulit mengingat kartu nama siapa saja yang ia terima saat itu. Maka banyak orang membuat kartu namanya unik dan berbeda agar penerima cepat mengingat mereka. 


Beberapa waktu lalu, kami mendapat pesanan membuat kartu nama dari material selain kertas. Pemesannya adalah Budi Ramadhan, seorang mahasiswa desain tekstil ITB dan Deni Kurniawan, seorang produsen furniture dari kayu.

Laser Engraving pada Material Batu



foto atas; gravir laser tulisan pada batu kali
foto bawah; dengan settingan yang sama,
setelah dibersihkan, tulisan tidak terlalu jelas

Kita tahu bahwa material-material tertentu dapat di laser (list material yang dapat dilaser), tetapi apakah batu dapat dilaser? Batu merupakan material yang padat, terbentuk akibat suhu dan tekanan. Sifatnya berbeda-beda tergantung pada campuran bahan dasar yang membentuknya.

Prasasti Peresmian Gedung dan Fasilitas



foto atas: prasasti peresmian
Lapangan Bina Turangga Jurit
foto bawah: perhatikan warna batu sesungguhnya
pada tanda-tangan, sebelum di fill in cat (foto milik Gusto)

Peresmian suatu gedung baru atau fasilitas, seringkali dilakukan dengan meriah karena peresmian gedung atau fasilitas memiliki arti yang besar bagi perusahaan, institusi maupun yayasan tertentu. Pada umumnya puncak acara di setiap peresmian gedung adalah penandatanganan prasasti peresmian.

Prasasti ini terbuat dari granit maupun marmer. Karena kami juga kurang paham mengenai batu-batuan, maka sebaiknya setiap bahan batuan yang ingin dilaser di test terlebih dahulu. Hanya dibutuhkan ukuran kecil untuk melakukan test, minimal sekitar 5 x 5 cm.




Laser Engraving: Bagaimana Mencapai Hasil yang Maksimum?

Laser engraving dapat membuat membantu kita membuat beragam benda. Prinsip kerja laser engraving mirip dengan ukir, dimana panas laser digunakan untuk membuang/mengikis bagian permukaan material. Karena fungsinya hanya mengukir, maka laser engraving tidak dapat menghasilkan warna. Yang dapat dihasilkan oleh laser engraving hanya bekas pembakaran, dimana warna yang muncul pada material tertentu (kayu, MDF, acrylic) adalah gosong akibat panas.


Kontras hasil engraving sangat bergantung pada jenis material dan besar power yang digunakan. Pada material-material yang mudah gosong, kontras dapat dihasilkan dengan menambah power. Semakin besar power, maka hasil laser akan semakin gosong, berwarna coklat tua bahkan kehitaman. Material yang mudah gosong antara lain kayu, kulit, dan MDF.

gravir pada kulit sapi terlihat kontras,
tulisan bawah memiliki setting power lebih tinggi sehingga lebih gelap

Laser Engraving: Berapa Kedalamannya?

Batu di atas digravir sebanyak lebih dari lima kali,
memiliki kedalaman gravir sekitar 1,5 mm . Batu jenis ini
tidak mengalami gosong, dan dapat dilaser dengan baik


Kami seringkali mendapatkan pertanyaan, "berapa kedalaman laser engraving?". Sebelumnya kami sempat membahas mengenai kemampuan mesin laser, dan perbedaan laser cutting serta laser engraving. Laser cutting adalah tindakan untuk memotong, sedangkan laser engraving hanyalah menggunakan laser untuk mengikis bagian permukaan material.

Kayu pinus sebagai pembatas buku untuk acara
Pasar Seni ITB. Setting power rendah, karena kayu pinus mudah gosong



Related Posts with Thumbnails